Dari Leverkusen ke Bernabeu – Musim 2023/2024 menjadi titik balik dalam karier Xabi Alonso sebagai pelatih. Bersama Olympus Slot Bayer Leverkusen, ia menciptakan sejarah dengan meraih gelar Bundesliga dan DFB Pokal tanpa satu pun kekalahan. Di balik kesuksesan itu, nama Florian Wirtz mencuat sebagai sosok sentral dalam skema permainan Alonso. Kini, setelah resmi menjadi pelatih Real Madrid di musim 2025/2026, Alonso menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Wirtz yang telah membantu membentuk identitas taktiknya.
Florian Wirtz: Gelandang Muda yang Mengubah Segalanya
Florian Wirtz bukan hanya pemain berbakat, tetapi juga pemimpin dalam diam. Di usia yang masih muda, ia mampu menjadi pengatur ritme permainan, kreator peluang, dan eksekutor yang tajam. Di bawah arahan Alonso, Wirtz berkembang menjadi gelandang serba bisa yang mampu bermain di berbagai posisi.
Statistik Wirtz di Musim 2023/2024:
- Gol: 14
- Assist: 19
- Peluang tercipta: 87
- Akurasi umpan: 91%
- Dribble sukses: 78%
Statistik tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran Wirtz dalam sistem permainan Leverkusen yang dibangun Alonso.
Filosofi Alonso dan Peran Wirtz
Xabi Alonso dikenal sebagai pelatih yang mengedepankan penguasaan bola, transisi cepat, dan pressing tinggi. Untuk menjalankan filosofi tersebut, ia membutuhkan gelandang yang cerdas, fleksibel, dan memiliki visi bermain yang tajam. Wirtz memenuhi semua kriteria itu.
Peran Taktis Wirtz:
- Sebagai nomor 10: Menghubungkan lini tengah dan depan, menciptakan ruang dan peluang.
- Sebagai inverted winger: Menyerang dari sisi kiri dan masuk ke tengah untuk membuka jalur tembakan.
- Sebagai gelandang serang: Menjadi pelapis striker dan penentu dalam situasi bola mati.
Alonso menyebut bahwa Wirtz adalah “pemain yang membuat taktik saya terlihat bekerja.”
Pengaruh Keberhasilan Leverkusen terhadap Karier Alonso
Keberhasilan Alonso bersama Leverkusen membuatnya menjadi kandidat utama untuk menggantikan Carlo Ancelotti di Real Madrid. Salah satu alasan utama adalah kemampuannya membentuk tim yang solid dan efisien, dengan Wirtz sebagai pusatnya.
Dalam wawancara terbaru, Alonso menyatakan:
“Florian Wirtz adalah pemain yang membantu saya memahami bagaimana membangun tim. Tanpa dia, saya mungkin tidak akan berada di posisi saya sekarang.”
Pernyataan ini menunjukkan betapa besar pengaruh Wirtz terhadap perjalanan profesional Alonso.
Transfer Wirtz ke Liverpool: Babak Baru
Setelah musim gemilang bersama Leverkusen, Wirtz menolak tawaran Bayern Munchen dan memilih bergabung dengan Liverpool pada Juni 2025 dengan nilai transfer mencapai £100 juta. Meski tidak lagi satu tim, hubungan profesional antara Alonso dan Wirtz tetap erat.
Di Liverpool, Wirtz langsung menjadi pemain inti dan menunjukkan bahwa kualitasnya tetap terjaga. Banyak pengamat menilai bahwa gaya bermain Liverpool kini sedikit dipengaruhi oleh filosofi Alonso yang pernah membentuk Wirtz.
Reaksi Media dan Penggemar
Media Jerman dan Spanyol menyambut baik pengakuan Alonso. Mereka menilai bahwa hubungan antara pelatih dan pemain seperti Alonso dan Wirtz adalah contoh ideal dalam dunia sepak bola modern. Penggemar Leverkusen pun merasa bangga bahwa pemain mereka menjadi bagian penting dalam sejarah kepelatihan Alonso.
Kesimpulan: Ketika Pemain Membentuk Pelatih
Florian Wirtz bukan hanya pemain yang membantu timnya menang, tetapi juga sosok yang membantu pelatihnya berkembang. Xabi Alonso mengakui bahwa keberhasilannya sebagai pelatih Real Madrid berakar dari pengalaman bersama Wirtz di Leverkusen. Ini adalah bukti bahwa dalam sepak bola, hubungan antara pelatih dan pemain bisa menjadi fondasi kesuksesan yang lebih besar.